Showing posts with label Koreatrip. Show all posts
Showing posts with label Koreatrip. Show all posts

13 August 2014

Seoul - South Korea Day 4

Pagi-pagi sekali kita sudah bangun, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke Mount Seorak, tujuan kita yang jadi alasan kenapa kita menginap di Sokcho. Udara pagi di Sokcho lumayan dingin seperti di Puncak, rasanya untuk bangun dari tempat tidur malas sekali, pengen leyeh-leyeh, tapi berhubung kalau traveling itu waktu amat sangat berharga dan sayang banget kalau cuma dihabiskan untuk leyeh-leyeh di kamar.

Sarapan di The House Hostel, roti dengan selai beraneka rasa, bisa juga kalau mau buat scrambled egg, atau hanya sekadar sarapan corn flakes pakai susu. Karena kita lumayan buru-buru, gue sarapan roti dengan selai strawberry disertai dengan teh panas yang lumayan cukup untuk tenaga buat mendaki di Mount Seorak nanti :p

Transportasi ke Mount Seorak cukup gampang, dari hostel kita hanya perlu jalan sebentar ke jalan besar, lalu tunggu di halte sampai bus nomor 7 datang, tarif bus ke Seorak 1100 won. Perjalanan kira-kira 30-45 menit. Bus yang kita tumpangi lumayan sepi ga banyak warga local yang mau kesana, ngga kebayang kalo di Jakarta pasti bus ngga akan mau jalan tuh kalau belum penuh. 

Thanks to Tongsis.. hihihi
Akhirnya sampai juga di Mount Seorak, langsung beli tiket masuk 3500 won, dan beli tiket cable car 9000 won. Luckily, untuk naik cable carnya ngga ngantri parah seperti yang gue baca di blog-blog orang, kemungkinan karena bukan peak season juga kali ya. Setelah turun dari cable car kita harus mendaki sedikit untuk sampai ke puncak Mount Seoraknya. Dan drama kaki sakit menyerang mulai dari sini, kaki kiri gue tiba-tibat sakit banget, kemungkinan karena gue bandel ngga bawa sepatu kets gue. Lumayan susah payah gue naek ke atas, malu banget sampe di balap sama anak-anak kecil dan oma-opa Korea yang super duper fit, hahaha.
Ini view dari atas Cable Car
Selfie di atas Mount Seorak :p
Pemandangan di atas bagus banget, udaranya sejuk. Foto-foto lah ya supaya kenang-kenangan karena kayaknya buat balik lagi ke sini lumayan males (walaupun bagus) :p. Lumayan lama kita mejeng di atas, mengagumi keindahan ciptaan Allah SWT dan bersyukur bisa diberi kesempatan untuk sampai di Mount Seorak :)
Thanks hubby for take me thereee :*
Selesai puas foto-foto dan bervideo ria, harus turun lagi ke bawah untuk mencapai cable car, dan kaki gue masih sakiittttttttt.. arrghhhh kesel banget, untung bawa counterpain, dan simsalabim langsung ilang kakinya walaupun masih ada nyeri-nyeri sedikit.

Muka gue udah ngga ens banget karena kaki sakit hahaha
                  
Oiya di depan gerbang Cable Car, ada Turkish Ice Cream.. lumayan menghilangkan dahaga hihi
Tujuan setelah Mount Seorak adalah balik ke Seoul, dari Seorak naik bus dengan nomor 7 lagi yang tiap beberapa menit ada, mampir ke The House Hostel untuk ambil barang-barang. Sebelum pulang ke Seoul kita mampir makan dulu di depan Terminal Bus Sockho. Dan ternyataaa enaakk... nomnom. Perut kenyang, hati senang lanjut deh kita pulang ke Seoul naik bus dengan tarif 17300 won ke Dong Seoul Terminal.

                                                              









Sampai di Seoul udah sore, tapi dasar kita-kita anak tukang jalan gamau rugi (buat kita tidur-tiduran di hotel pas lagi traveling adalah kerugian). Kita ke daerah Myeondong malam itu buat lihat-lihat toko kosmetik yang dari ujung ke ujung segala brand Korea ada semua. Bahkan dalam satu daerah bisa ada 2-3 outlet dengan brand yang sama. Di Myeondong memang surganya cewe-cewe ya, walaupun gue ngga suka make up tapi teteuppp lho belanja juga. Gue kebanyakan belanja masker-masker dan kutex-kutex, harganya murah-murah banget (bisa beda 50% dari harga di Jakarta). 

Penyakit abis jalan-jalan adalah kelaperan, dan temen gue yang emang hobby ke Korea ngerekomendasiin makan Ayam gitu di daerah Myeondong dan sayang sekali gue lupa nama restoranya. Kalau menurut gue sih sebenernya mirip sama semur ayam ya, hahaha. Memang sedep banget di makan pas dingin-dingin gitu, harga per porsinya bisa buat 3 orangan sekita 15000 won. 
  
Sebelum kita check in di Bangrang Hostel, gue juga beli titipan temen-temen yang lain dan bukan adalah CD-CD K-Pop ahahahahaha. Ternyata toko CD atau kaset Korean Pop disana ngga seperti di Jakarta macam Duta Suara gitu, kayak toko klontongan aja. Di Myeondong ada di bawah stasiun MRT nya. Keliatan banyak poster-poster K-Pop Artist. 

Ciee... jadi demen K-pop ni suami sama temen gw :p
Dan akhirnya kita check in ke Bangrang Hostel, super duper ngantuk. Untuk detail tentang Bangrang Hostel di postingan selanjutnya ya. Hihihihi.

Love,

Tsy



23 June 2014

Seoul, South Korea Trip - Day 3

Ngga berasa cepet banget udah masuk hari ketiga. Hari ketiga kita check out dari JJ Guest House dan siap-siap untuk ke Sokcho. Sebelum ke Sokcho kita jemput temen kita dulu si Bertus di Seoul Station. Ya, Bertus nyusul. Sebenernya sih bukan nyusul lebih tepatnya dia jadi berangkat sendirian dari Jakarta karena kita majuin tanggal berangkatnya yang awalnya seharusnya berangkat bareng Bertus.

Untuk mencapai Sokcho kita naik bus dari Dong Seoul Terminal. Tarif bus ke Sokcho per orang 17.300 won. Busnya nyaman sekali, jarak kaki lega dan mereka jalan on time based on schedule, mau cuma 1 orang penumpangnya mereka tetap jalan. Ngga kaya bus di Jakarta yang ampe penuh kalau perlu ampe busnya miring baru mau jalan jalan hahaha... Perjalanan ke Sokcho kurang lebih 2 jam.

Pemandangan gunung yang super indah sudah terlihat artinya sudah sampai di Sokcho. Langsung bergegas check in dulu di The House Hostel. Tarif per malam Rp 500.000 ribu per night, kamar untuk 4 orang kamar mandi dalam. Dan kita dapat kamar yang besar, bersih, nyaman. Very recommended. Such a nice hostel. I love their interior, and also they have a dog named Gulumi.
This cute lobby welcoming us upon arrival.

How cute.
Their dining room.



Travelers from around the world.

Hi... Gulumi...
Selesai check in dan taruh barang we decided to stroll down around the city. We walked to the famous korean drama shooting scene. Abbai Village. Dan ternyata ngga ada apa-apa disana. Dan kita harus nyebrang pakai semacam getek bayar 200 won. Agak kaget kok murah banget nyebrang. Ternyata oh ternyata geteknya itu ditarik pakai tali tambang dan yang harus narik ya kita sendiri. Jebakan Betmen. Hahaha. Agak ngga penting sih ke sini tapi berhubung kotanya kecil ya gapapalah ya supaya tau.

This is our friend, Bertus. 
 
Perut udah manggil-manggil kelaparan. Agak susah cari makan disini, sebenarnya banyak Seafood resto, tapi berhubung si Bertus ngga bisa makan ikan jadilah kita cari-cari yang lain dan we ended up makan Mi goreng pedes Samyang yang enak itu di 711 :p pas dimakan dingin-dingin. Oiya waktu kita kesana suhu di Sokcho 15°-17°. Jadi mengharuskan saya tetap pakai coat (maklum ndeso ngga kuat dingin hihi).

Main attraction di Sokcho ini sebenarnya Mount Seorak, tetapi berhubung kita sampai di Sokcho nya agak sore, jadi kita akan ke Mount Seoraknya besok pagi. Untuk di kotanya ini juga tidak terlalu ramai ya, kita hanya menghabiskan waktu di sekitar Rodeo Street (their main road i guess). Di Rodeo Street mirip sekali seperti Legiannya Bali, kebanyakan outlet brand-brand sepatu, perlengkapan gunung, cafe-cafe, dan pastinya cosmetics. Hampir 2 jam kita jalan-jalan, foto-foto, tapi kita ngga nemu resto yang mengundang selera, kita putuskan untuk ke E-mart aja berharap ada food court yang menggugah selera makan. Sampai di E-mart gue pesen Kids Meal, hihi. Pesan Udon dan Chicken Karage. Harganya oke sekitar 5000 won. 

My dinner :p
Di Sokcho ini sekitar jam 9 malam sepertinya sudah sepi sekali, jadi abis makan malam kita lanjut pulang ke hostel untuk istrihat menyiapkan tenaga buat besok untuk naik gunung Seorak :D , dari Emart ke The House Hostel naik bus 7 11 denga fare 1100 won turun di Rodeo Street pas depan jalan masuk The House Hostel.



Love,

Tsy






09 June 2014

Seoul, South Korea Day 2


Hari Kedua di Seoul, bangun agak siangan karena hari pertama lumayan cape baru tiba di Korea dan langsung keliling daerah Namdaemun. Sebelum berangkat kita breakfast di hostel, and FYI the breakfast was terrible. The kitchen was so dirty, and they didnt even provide proper jam and bread. Tapi berhubung murah meriah dan lokasinya yang strategis gue ngga terlalu mempermasalahkan, yang jelas i clearly wont stay at this hostel ever again. Once is enough.

Tujuan kita hari kedua ini adalah War Memorial of Korea Museum. Dan sebelum gue cerita tentang museum ini gue cuma mau bilang I LOVE this museum. Informatif sekali dan amat sangat lengkap. Mulai dari cerita A-Z semua ada disini, ngga cuma memajang koleksi benda-benda sejarahnya, Museum ini juga kasih kesempatan ke pengunjung untuk bisa bener-bener ngerasain jaman perang dulu tu kayak gimana dengan 4D Theatre, 3d Theatre. Seru banget pokoknya. Untuk bisa masuk ke theatre itu gampang banget, tunggu minimal 5 orang dan sesuai dengan jam putarnya. Kalau kurang dari 5 orang walaupun sudah ada 4 orang mereka ngga akan mau putar. Takjub sama kedisiplinan orang Korea. 




Di Museum ini dijelasin asal muasal sejarah perang saudara Korea Selatan dan Korea Utara dan berkembangnya Korea Selatan sampai saat ini. Gue selama disana cuma berdecak kagum, keren banget. Ngga kerasa di Museum ini kita ngabisin waktu sampai 3 jam an. Dan mau gamau harus bergegas keluar karena masih banyak tempat lain yang mau kita kunjungi. Pokonya yang liburan ke Korea, WAJIB untuk visit Museum ini.

Kelar cari ilmu di War Memorial of Korea Museum, kita langsung menuju Youido Park, yang katanya kalo pas lagi Spring bunganya bagus-bagus banget. Walaupun kita ke Korea akhir April atau udah deket the of spring season. Kita tetep optimis masih bisa cherry blossom disana. Perjalanan dari museum ke park ini kira-kira 1 jam yang diitung udah ditambah waktu jalan kaki dari exit subway menuju taman ini. Sayang beribu sayang ternyata cherry blossomnya sudah habis hiks hiks. Jadinya kita istirahat aja di cafe taman ini, minum kopi ditemani hot choco muffin. Sedappp... 



Delicious Hot Choco Muffin

Kita sampai di taman kira-kira jam 5 sorean. Dan kebetulan taman ini terletak di komplek perkantoran. Jadi jam segitu orang-orang yang kerja lagi pada siap-siap pulang. Kita nontonin aja orang-orang Korea ini. Stylish semua, jadi ngeliatnya juga seneng :) 

Selesai istirahat sebentar dan pinjem wifi untuk skypean sama nyokap. Kita liat-liat travel map kira-kira sekitar taman ini ada attraction apalagi. Dan akhirnya setuju untuk menuju 63 Building, known as the tallest building in Seoul. Dan di building ini juga banyak attraction yang bisa kita lihat. Ada pertunjukan B-Boys Breakdance, Seaworld, dan Skyart yang ada di lantai 63. Harga untuk paket ketiga attraction lebih murah ketimbang beli satuan. Dan berhubung ada promo 30% visa card kita langsung ambil paket komplit :p

B-Boys Breakdance was fun. Opera sabun yang diselingi breakdance-breakdance gitu. Mereka jago-jago banget ngedancenya. No wonder ya banyak boyband dari Korea hehe. 

with the b-boys :p
Kalau Seaworldnya standar aja. Waktu kita dateng ngga ada orang lain selain kita. Sepi... Jadi Seaworldnya so so lah. 


Soo cute... sleepyhead

Yang gue suka di 63 Builing ini, waktu kita mau menuju 63 floor untuk liat skyart. Wowww.. kita naik lift outdoor dengan Seoul cityview. Dasar orang Korea kayak di film-film drama mereka romantis banget orang-orangnya. Selama perjalanan di lift ke atas diputer lagu yang so sweeett banet ;) berasa honeymoon sama suami haha
Ditaro balon, biar gampang nyarinya kalo ilang :p (kata suami saya)


 Love,
 Tsy

12 May 2014

Seoul, South Korea Trip - Day 1

Annyeong Haseyo...


Sapaan khas Korea menyambut kedatangan gue dan suami tanggal 22 April 2014 lalu di Incheon Airport, South Korea. Udara saat itu sekitaran 17 derajat celcius, lumayan dingin dan windy. Incheon Airport bersih, rapi dan teratur sekali, jadi gue dan suami sepakat untuk lihat-lihat sebentar isi Incheon. Untuk ukuran bandara International, Incheon terbilang sepi entah karena saat itu lagi low season atau memang saking tertibnya jadi ngga kelihatan ramai :p

Agak ndeso okay, di dalam Incheon ada bioskopnya, cocok banget ni sebenarnya untuk yang dapat flight jam tanggung, jadi ngga usah kemana-mana, nonton film dulu aja. Selesai keliling Incheon yang kebanyakan cosmetic outlet kita langsung ke Starbucks buat ngopi dan beliin titipan teman yang nitip tumbler Starbucks versi Korea, dan ternyata setiap pembelian setiap Starbucks dapat 1 free beverage, dan berhubung gue beli 4 tumbler, yippiiee.. dapat 4 voucher free beverages :D

Abis nge-ndeso liat Incheon yang rapi bersih dan keren itu, kita cari jalan menuju penginapan di daerah Hoeyoen, dari bandara bisa dengan Arex Train, untuk train ada 2 macam, 1 train dengan biaya lebih mahal yaitu 80.000 won dengan perbedaan train ini ngga pakai berhenti, jadi non-stop ke Seoul Station, berhubung gue sama suami liburan nyantai ambil yang train yang 40.000 won, perbedaannya emang berhenti dibeberapa station dulu, tapi sebenarnya perbedaannya hanya 15 menit, well.. untuk sebagian orang 15 menit itu berharga ya hihii.

untuk mencapai ke Hoeyoen atau beberapa daerah lainnya di Seoul, train harus transit dulu di Seoul Station lalu transit naik subway berdasarkan line-line daerah yang mau dituju, dan kita transit ke line hijau yaitu line 2, lalu berhenti di Hoeyoen Station. Dan alhamdulillah penginapan kita dekat banget sama station, butuh jalan sekitar 2 menitan saja walaupun jalannya agak nanjak.

oiya sebagai informasi, kita menginap di JJ Guest Hostel untuk 2 malam pertama, harganya lumayan murah untuk dapat di daerah tengah kota, walaupun agak sempet shock dengan lobby mereka yang berantakan, tapi Alhamdulillah kamarnya cukup nyaman dengan kamar mandi dalam. :D untuk 2 malam private room seharga 70000 won.

Selesai check in dan ganti baju, ngga mau menyia-nyiakan waktu langsung keliling daerah Namdaemun, pertama-tama kita mampir Namdaemun Market. Di Namdaemun Market lebih banyak stall souvenir seperti gantungan kunci, sendok khas Korea, dsb. Berhubung kita berdua belum minat beli oleh-oleh jadi tujuan utama kita ya cari makanan khas Korea, ngga sengaja kita masuk ke dalam lorong yang rame banget kanan kiri ajjuma menjajakan aneka sayuran, dan gue inget gue pernah baca di salah satu blog, bahwa ada tempat makanan khas Korea di Namdaemun Market, dan sepertinya tempat ini yang dimaksud. Gue dan suami diskusi antara mau coba atau ngga karena sebenarnya kita takut masakannya ngga halal, tapi kita berdua penasaran. Sejurus kemudian gue samperin ajjuma dan nanya itu pork atau beef dan alhamdulillah si ajjuma ngga ngerti, jadilah gue pakai bahasa tubuh dengan mengembangkan lubang hidung gue menyerupai piggie, dan alhamdulillah si ajjuma ngerti dan dengan isyarat tangan menyatakan bahwa tidak ada pork. Yesss... duduklah kita dempet-dempetan di stall si ajjuma itu.



Bimbimbab... yummyy.... 5000 won,





Selain nyobain Bimbimbab kita juga cicip-cicip street food mereka, enak-enak sekali. Ada bakpao kacang merah, churros, Gye-ran-bbang (Egg Bread), Cheese Potato Tornado, dan masih banyak lagi (nyam nyam nyam....) untuk harga street food berkisar antara 1000-3000 won.

Di beberapa tourist spot di Korea ada information centre dan eonni-eonni berbaju merah yang dengan baik hati standby di tepi-tepi jalan untuk kasih informasi ke semua turis, informasi sangat lengkap sekali, bahkan per area mereka menyediakan map per daerah itu tersendiri. Waktu di Namdaemun Market kita nanya ke eonni-eonni itu kira-kira attraksi apa yang dekat daerah Namdaemun, dan kita dibekali map yang pas kita liat banyak sekali tempat yang kita bisa kunjungi. Dari beberapa tempat yang kita datengin antara lain:

Seoul Museum of Art, tempat dimana gue jatuh cinta dengan Korean Art, Super Genius. Kebanyakan yang datang untuk lihat-lihat itu couple-couple yang lagi pacaran, seru banget. Kalau di Jakarta pacaranya paling banter nonton, ke mall, makan. Kalo di Korea, bisa ke Museum-museum, lihat pameran art. Pacaran seru dan murah meriah, karena free admission :p



Super Genius, kamu tahu itu apa? itu kumpulan manik manik. Ngga ngerti gimana bisa jadi bolong gitu.


Dari Seoul Museum of Art, kita jalan kaki menyusuri attraksi selanjutnya yaitu:

Deoksu - Gung Palace. Ini istana pertama yang kita kunjungi, Istana yang pertama kali dibangun sebagai tempat tinggal kerajaan pada masa pemerintahan dinasti Joseon. Halaman istananya luas sekali, kanan kiri istana ditumbuhi pohon-pohon yang rindang, ngga jarang terlihat banyak lansia yang mengobrol satu sama lain. Salah satu pemandangan yang paling seneng gue lihat selama di Korea, yaitu orang-orang tua masih banyak yang saling hangout bareng antar sesama, tua bukan berarti harus dirumah aja seperti kebanyakan di Indonesia, disana mereka masih aktif sekali. Oiya untuk masuk istana ini dikenakan biaya 1000 won per orang dewasa. 







Berhubung ini hari pertama, turun pesawat langsung ngiter Seoul, ditambah jalan kaki dari ujung ke ujung dan kami pun kelelahan, akhirnya gue and suami setuju untuk begaul aja ke daerah Anak Gaol Korea :p tak lain dan tak bukan daerah Hongik University yang terkenal tempat nongkrong ABG-ABG Korea yang keren-keren getho dechh.. ahahahhaa..

Hongik University malam itu lumayan padat oleh-oleh anak-anak muda Korea, mungkin bisa dibilang Kemangnya Korea lah ya, dandanan mereka pun keren-keren, yang cewe muka mulus pakai rok mini dan sweater padahal malam itu dingin banget bagi saya kira-kira 16 derajat celcius. Dari pertama datang banyak banget jejeran jajanan yang menggiurkan, tapi belum berasa lapar banget, jadinya kita mampir ke Love Museum yang posisinya satu gedung dengan Tricky Eye Museum. Kita emang ngga mau ke Tricky Eye Museum karena di Jakarta pun ada, jadi mau cobain yang aneh-aneh. Love Museum ini agak mesum ya, tapi berhubung gue kesana sama suami jadi ngga masalah lah ya, hahaha.. untuk masuk ke Love Museum ini dikenakan 8000 won per adult.


can you see what i see? :p






Quite fun walaupun agak geli juga, hihii.. dan sekarang saatnya cari jajanan dan Dinner di Hongik. Jajanan pertama yang gue coba adalah Churros seharga 2000won yang menurut gue enak banget, pas banget makan disaat cuaca dingin, nomnomnom. Berasa kurang kita cari-cari resto halal buat dinner, agak lumayan lama keliling dan akhirnya kita ke Tuk Tuk Chicken. Di Seoul sebagaian warganya suka banget makan Chicken wings and beer, sebenarnya kita pengen sesuatu yang lain tapi cek punya ricek ngga ada yang oke. Tuk Tuk Chicken ini mirip-mirip Bon Chon or Kyo Chon gitu. Untuk 1 whole Chicken 18000won bisa dimakan berdua plus dibungkus buat breakfast besoknya haha. The taste was nice but not too special :)


Love,

Tsy